- Berpuasa
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam
telah bersabda, artinya: "Setiap amal baik manusia akan dibalas
sepuluh sampai tujuh ratus kali lipat." Allah Ta'ala berfirman:
"(Kecuali puasa), amal ibadah ini khusus untuk-Ku dan Akulah yang
akan membalasnya. Karena ia telah meninggalkan syahwat makan dan minumnya
karena Aku." Bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan;
kebahagiaan ketika berbuka dan kebahagiaan ketika menemui Rabbnya. Sungguh
bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada aroma
kesturi." (HR Al Bukhari dan Muslim)
- Qiyamullail
Ia merupakan tradisi Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa sallam dan para shahabat. Dalam sebuah riwayat, Nabi pernah
bersabda: "Barang siapa shalat malam dibulan Ramadhan karena iman
dan mengharap pahala dari Allah, maka diampunilah dosanya yang telah
lalu." (HR.Al Bukhari dan Muslim). Aisyah Radhiallaahu 'anha
pernah menceritakan bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam tidak
pernah meninggalkan shalat malam, dan jika sakit atau kelelahan beliau
shalat dengan duduk. Qiyamullail
(tarawih) di bulan Ramadhan ini sebaiknya dilakukan dengan berjamaah
agar tercatat sebagai orang yang melakukan qiyamullail (secara
sempurna), sebagaimana disebutkan dalam hadits, artinya: "Barang
siapa yang mendirikan shalat malam bersama dengan imam sampai selesai maka
dicatat baginya shalat satu malam." (HR penulis As-Sunan)
- Bersedekah
Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam
adalah orang yang sangat dermawan, terutama sekali pada bulan Ramadhan.
Beliau pernah bersabda: "Sebaik-baik sedekah adalah sedekah di
bulan Ramadhan." (HR At Tirmidzi). Bentuk sedekah dibulan suci ini ialah
dengan memberi makan kepada saudara kita sesama muslim terutama sekali
kepada para fakir miskin dan lebih khusus bagi mereka yang taat dalam
beragama. Disebutkan bahwa Abdullah Ibnu Umar Radhiallaahuma 'anhu tidak berbuka kecuali bersama anak-anak
yatim dan fakir miskin. Cara lain
bersedekah di bulan Ramadhan ialah dengan memberi buka puasa kepada orang-orang
yang berpuasa secara umum,
mengundang mereka berbuka bersama dan lain sebagainya.
- Bersungguh-sungguh dalam membaca Al Qur'an
Dalam hal ini ada dua poin pokok yaitu:
- Memperbanyak bacaan Al-Qur'an
Supaya lebih cepat atau lebih banyak dalam menghatamkannya,
namun tetap harus memperhatikan kaidah bacaan yang benar. Memperbanyak bacaan
Al Qur'an ketika bulan Ramadhan merupa-kan amalan Rasulullah, shahabat dan para
Imam kaum muslimin.
- Menangis ketika membaca Al- Qur'an
Hal ini dapat tercapai dengan cara benar-benar
meresapi, merenungkan dan memahami makna dari ayat-ayat yang kita baca sehingga
akhirnya tenggelam dalam pengaruh keagungan Al-Qur'an yang menggetarkan hati.
Nabi Shallallaahu 'alaihi wa sallam pernah mengomentari para ahli shuffah
(kaum Muhajirin yang tinggal di Masjid Nabawi) yang menangis karena
mendengarkan Al-Qur'an surat An Najm 59-60, beliau bersabda, artinya: "Tidak
akan masuk neraka orang yang menangis karena takut kepada Allah." (HR
Al Baihaqi).
- Duduk di masjid hingga terbit matahari
Rasulullah
bersabda, artinya: "Barangsiapa shalat fajar dengan ber-jama'ah
lalu duduk berdzikir (mengingat) Allah sampai terbit matahari, kemudian shalat
dua raka'at baginya pahala seperti haji dan umrah yang sempurna, sempurna,
sempurna." (HR. At-Tirmidzi dan dinyatakan shahih oleh Al-Albani).
Pahala sebesar ini adalah pada hari-hari biasa, maka bagaimana halnya jika itu
dilakukan dalam bulan Ramadhan?
- I'tikaf (Berdiam di Masjid dalam rangka ibadah)
I'tikaf merupakan ibadah yang merangkum berbagai
macam ketaatan seperti membaca Al Qur'an, shalat, dzikir, doa dan lain
sebagainya. Ibadah ini sangat ditekankan pada sepuluh malam terakhir bulan
Ramadhan untuk mendapat lailatul qadar. Diriwayatkan bahwa Nabi Shallallaahu
'alaihi wa sallam selalu melakukan i'tikaf pada setiap sepuluh malam terakhir
bulan Ramadhan, dan pada tahun kewafatannya beliau beri'tikaf duapuluh hari.
(Al Bukhari)
7. Umrah di bulan Ramadhan
Tentang umrah dibulan ini Rasulullah Shallallaahu
'alaihi wa sallam pernah bersabda, artinya: "Umrah di bulan Ramadhan
menyamai (pahala) haji." dalam riwayat lain, "menyamai
(pahala) haji bersamaku." (HR Al Bukhari dan Muslim).
8. Berusaha meraih lailatul Qadar
Keutamaan malam ini sungguh amatlah besar,
sebagaimana difirman-kan oleh Allah dalam surat Al Qadr, artinya: "Sesungguhnya
Kami telah menurunkan Al Qur'an pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apa
malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu
bulan." (QS Al Qadr 1-3) Nabi
juga berusaha untuk mendapatkan lailatul qadar dan memerintahkan para shahabat
dan keluarga-nya agar berusaha meraih malam itu.
- Memperbanyak dzikir, doa dan istighfar
Di antara waktu-waktu yang mus-tajab untuk
dikabulkannya doa adalah:
- Ketika berbuka.
- Sepertiga malam terakhir, ketika Allah turun ke langit dunia dan
berfirman, artinya: "Siapa yang memohon akan Aku beri dan siapa
yang minta ampun niscaya akan Aku ampuni."
- Beristighfar di waktu sahur.
- Hari Jum'at terutama di akhir siang-nya (menjelang Ashar).
Title : Aktivitas di bulan Ramadhan
Description : Aktivitas di bulan Ramadhan Berpuasa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa sallam telah bersabda, artinya: "Setiap ama...